LANGKAH NUNE REZKY DAN DENDE QUISHA DI PANGGUNG LOMBOK YOUTH SDGs AMBASSADOR NTB

 Panggung pergerakan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat kembali kedatangan talenta-talenta muda berdaya nalar tajam dari Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI). Di tengah antusiasme ratusan pelajar pilihan dari berbagai kabupaten/kota, dua utusan terbaik Madrasah Aliyah (MA) Sayang Ibu yakni nune Rezky Tri Apriliandi dari kelas 10 dan dende Quisha Upairah Fatin dari kelas 11. Mereka tampil cemerlang dalam ajang bergengsi Senior High School SDGs Ambassador NTB 2026 yang diprakarsai oleh SDGs Center UIN Mataram berkolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas serta jejaring ISCN.

Dende Quisha & Nune Rezky dalam ajang Lombok Youth SDGs Ambassador NTB 2026 (Foto: PAMSI)


Ajang strategis yang menghimpun ratusan talenta pelajar pilihan se-NTB ini dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi seremonial, melainkan sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan ekosistem kepemimpinan hijau. Para peserta didorong untuk menerjemahkan konsep global Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari isu lingkungan, pendidikan berkualitas, pengentasan kesenjangan, hingga kesehatan, yang menjadi aksi nyata yang solutif dari lingkungan sekolah masing-masing.


Bagi Nune Rezky dan Dende Quisha, keikutsertaan ini bukan sekadar unjuk gigi, melainkan wujud nyata komitmen berkelanjutan bahwa nilai-nilai SDGs telah mendarah daging dan menjadi bagian tak terpisahkan dari DNA serta keseharian belajar santri PAMSI. Prinsip pembangunan berkelanjutan ini bukanlah hal baru yang asing bagi mereka, melainkan ilmu aplikatif yang telah mereka selami dan praktikkan langsung di lapangan, mulai dari riset ekologis hingga program Live In yang rutin ditempuh di berbagai desa di seluruh penjuru Pulau Lombok, bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan masyarakat pesisir, perajin lokal, hingga pelestarian lingkungan.


Dende Quisha & Nune Rezky sebagai finalis pada ajang Lombok Youth SDGs Ambassador NTB 2026 (Foto: PAMSI) 


Melangkah sebagai delegasi pilihan yang berhasil menembus deretan finalis dalam ajang bergengsi ini, Rezky dan Quisha berdiri dengan penuh percaya diri di bawah sorot lampu Auditorium UIN Mataram. Di hadapan ratusan peserta dan panelis, keduanya menyampaikan argumen, gagasan, serta pandangan strategis mereka dengan gagah berani, lantang, dan sangat mantap. Retorika tajam yang mereka suguhkan memukau audiens, membuktikan bahwa santri pesantren alam tidak hanya cakap dalam olah spiritual dan riset, tetapi juga memiliki mental kompetitif yang tangguh di tingkat regional.


Keberhasilan menembus babak final ini tentu tidak diraih dengan mudah. Usaha keras, ketekunan dalam menyusun gagasan, serta latihan mental yang konsisten di lingkungan pesantren telah mengantar mereka pada pencapaian yang membanggakan ini. Seluruh civitas akademika Pesantren Alam Sayang Ibu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras, keberanian, dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Rezky dan Quisha selama berkompetisi.


Bagi Rezky dan Quisha, keikutsertaan ini menjadi ruang memperluas cakrawala kepemimpinan, mengasah kepekaan sosial, sekaligus membawa gagasan segar khas santri PAMSI yang lekat dengan tradisi riset dan kepedulian ekologis. Sebagai bagian dari jejaring pelajar penggerak SDGs di NTB, keduanya dipersiapkan untuk membawa pulang semangat perubahan, menggerakkan teman sebaya, serta menghadirkan inisiatif-inisiatif keberlanjutan yang berdampak nyata di lingkungan pesantren.


Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Ustadz Dr. H. Jamaluddin Abdullah, M.Ed., menyambut baik keikutsertaan para santri dalam panggung kepemimpinan tingkat regional tersebut. Beliau menegaskan bahwa pelibatan aktif santri dalam forum-forum strategis luar sekolah merupakan wujud nyata ikhtiar pesantren dalam mencetak generasi yang responsif terhadap tantangan zaman, "Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang membekali anak-anak kita dengan keberanian untuk keluar dan membawa manfaat bagi sesama. Keikutsertaan Nune Dende dalam ajang SDGs Ambassador ini adalah ruang belajar yang luar biasa untuk melatih kepemimpinan, kepedulian lingkungan, serta nalar kritis."


Melalui kiprah Nune Rezky Tri Apriliandi dan Dende Quisha Upairah Fatin di ajang Lombok Youth SDGs Ambassador, Pesantren Alam Sayang Ibu kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan Manusia Khalifah, generasi pembelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik dan teguh secara spiritual, tetapi juga tangguh menjadi penggerak peradaban masa depan yang berkelanjutan.*




*Humas & Media PAMSI

Posting Komentar

0 Komentar