MENJELAJAH UDARA DAN ANTARIKSA: NUNE DENDE PAMSI DALAM PANGGUNG INTERNASIONAL JOTA-JOTI 2026

Gelombang frekuensi radio berdesir bersahut-sahutan di Kantor ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) Nusa Tenggara Barat. Di ruang kendali itu, denyut semangat kepanduan mengangkasa melintasi batas-batas teritorial negara. Sebanyak 27 santri nune dan dende Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI), terdiri atas santri Penggalang kelas 8 dan 9 serta santri Penegak tingkat Aliyah, tengah khusyuk merajut komunikasi global dalam ajang akbar Jambore On The Air dan Jambore On The Internet (Jota-Joti) 2026.

Nune Dende Pesantren Alam Sayang Ibu ikut serta dalam kegiatan Jota Joti 2026 (Foto: PAMSI)


Berlangsung dari tanggal 16 hingga 18 Oktober 2026, agenda internasional yang diinisiasi oleh World Organization of the Scout Movement (WOSM) ini menjadi panggung bagi para pramuka dunia untuk terhubung secara digital dan gelombang radio. Berkolaborasi bersama ORARI NTB, para santri PAMSI mengikuti rangkaian acara penuh selama dua hari penuh pada tanggal 17 hingga 18 Oktober, mulai pukul 08.00 pagi hingga 18.00 sore.


Berbeda dari jambore konvensional yang lazimnya hanya diikuti oleh tingkatan penggalang, Jota-Joti membuka ruang lintas golongan yang mempertemukan penggalang dan penegak dalam satu frekuensi kebersamaan. Melalui kanal komunikasi radio amatir dan jaringan internet, kontingen PAMSI merancang serta membagikan ragam program kreatif ke pangkalan-pangkalan pramuka di seluruh penjuru Indonesia hingga mancanegara. Mulai dari kampanye kepedulian lingkungan, kreasi video dokumenter yel-yel, hingga pembuatan vlog kegiatan kelompok.


Tak berhenti pada gelombang suara dan dunia maya, ketangkasan sains para santri turut diuji melalui sesi penginderaan jauh (remote sensing). Sejumlah santri PAMSI sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih sertifikat khusus setelah berhasil menangkap dan memetakan citra satelit permukaan bumi secara langsung.


Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Ustadz Dr. H. Jamaluddin Abdullah, M.Ed., mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan aktif para santri dalam jaringan kepanduan global yang mempertemukan teknologi modern dengan kecakapan sosial, "Semangat Think, Discover, Create terpancar nyata saat Pramuka PAMSI ambil bagian dalam ajang internasional Jota-Joti. Dengan memberangkatkan 27 santri, mereka mengeksplorasi peran sebagai manusia khalifah di bumi dengan mengasah nalar kritis, memperkuat literasi teknologi, serta memperluas wawasan global melalui gelombang radio dan internet. Ikhtiar ini membuktikan bahwa Pramuka PAMSI senantiasa adaptif berinovasi tanpa pernah meninggalkan akar adab kesundukan." 


Melalui keikutsertaan di ajang Jota-Joti 2026 ini, Nune Dende PAMSI kembali membuktikan kapasitasnya sebagai generasi pembelajar yang siap menjejak panggung dunia, merajut ukhuwah lintas bangsa, sekaligus bertumbuh menjadi Manusia Khalifah yang menguasai sains dan teknologi.*




*Humas & Media PAMSI


Posting Komentar

0 Komentar