NUNE DENDE PAMSI IKUTI KURSUS PENGELOLAAN DEWAN KERJA (KPDK) LOMBOK BARAT

 Di lingkungan kepanduan, wadah pembinaan bagi para pengurus inti membutuhkan kecakapan manajerial yang matang. Sebagai pengurus yang dibentuk untuk membantu menjalankan program-program organisasi, para santri usia penegak tentu memerlukan pembekalan khusus ihwal tata kelola keorganisasian.

Nune Dende PAMSI ambil bagian dalam ajang Kursis Pengelolaan Dewan Kerja Lombok Barat (Foto: PAMSI)


Langkah strategis ini menjadi bagian tak terpisahkan dari ikhtiar panjang para santri dalam memperluas cakrawala. Keikutsertaan dalam berbagai agenda kepramukaan di luar madrasah merupakan momen berharga bagi nune dan dende untuk melangkah lebih jauh, keluar dari zona nyaman, serta menyerap pengalaman serta pembelajaran langsung dari dunia luar yang dinamis.


Menjawab kebutuhan tersebut, perwakilan Santri Pesantren Alam Sayang Ibu ambil bagian dalam ajang Kursus Pengelolaan Dewan Kerja (KPDK) tingkat Kabupaten Lombok Barat yang dipusatkan di SDN 2 Lebah Sempage pada tanggal 16 hingga 18 Oktober 2026. Dalam perhelatan strategis ini, Pesantren Alam Sayang Ibu mengirimkan empat orang delegasi terpilih yang terdiri atas dua santri putra dan dua santri putri.


Kurikulum pelatihan dalam KPDK dirancang secara komprehensif untuk membekali para pengurus muda. Materi pembinaan diawali dengan penguatan pemahaman diri (self-awareness) untuk mengenali posisi, peran, dan tanggung jawab hakiki mereka sebagai seorang pramuka. Selepas pondasi mental tersebut terbentuk, para peserta digembleng dengan pelbagai materi teknis berorganisasi, mulai dari tata kelola administrasi kesekretariatan, manajemen keuangan, hingga kepemimpinan strategis (leadership).


Nune Dende berperan aktif dalam kegiatan KPDK tingkat Lombok Barat (Foto: PAMSI) 


Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ini, para santri tidak hanya menempa kemandirian personal, tetapi juga belajar merajut jejaring kolaborasi dengan para anggota pramuka dari berbagai pangkalan lain di Lombok Barat. Pengalaman empiris di arena perkemahan dan ruang pelatihan tersebut menumbuhkan mental kepemimpinan yang tangguh, adaptif, serta berwawasan luas.


Melalui keikutsertaan dalam KPDK ini, Nune Dende PAMSI diharapkan mampu pulang membawa keterampilan manajerial yang utuh. Mereka tidak hanya memahami tugas pokok dan fungsi kepengurusan di pangkalan, tetapi juga siap mengaplikasikan sistem pengelolaan organisasi yang tertib, transparan, dan profesional untuk menggerakkan roda kegiatan kepramukaan di Pesantren Alam Sayang Ibu.*




* Humas & Media PAMSI

Posting Komentar

0 Komentar