Seminar Parenting Bersama dr Aisyah Dahlan dalam Rangka Milad PAMSI ke-12

Peringatan Milad ke-12 Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI) yang beririsan dengan momentum Hari Santri di Gedung Al Ihsan, Sabtu, 17 Oktober 2026, berlangsung hangat dan penuh perenungan. Di balik perayaan yang dikemas bersahaja, hal ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng. Pesantren yang bermarkas di Dasan Geria ini menegaskan arah perjalanannya, pendidikan peradaban tak bisa dibebankan sepenuhnya pada pundak pesantren, melainkan harus berakar kuat dari pola pengasuhan di dalam rumah.

dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP. Menerima Kenang-kenangan dari Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu (Foto: PAMSI)

Ikhtiar menyelaraskan ritme pendidikan pesantren dan pola asuh keluarga tersebut diwujudkan melalui Seminar Parenting bertajuk "Mendidik Anak Menyiapkan Peradaban". Menghadirkan praktisi neurosains dan pakar pengasuhan nasional, dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP, agenda rutin semesteran ini diikuti oleh ratusan wali santri, guru, hingga para calon orang tua murid yang baru saja mendaftar.


Dalam pemaparannya, dr. Aisah mengurai keunikan tumbuh kembang anak dari kacamata kerja otak. Ia membedah bagaimana perbedaan fungsi belahan otak kiri dan kanan serta cetak biru biologis membedakan karakter anak laki-laki dan perempuan. Kendati struktur sarafnya berbeda, dr. Aisah menekankan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan emosional yang sama, kepenuhan lima "tangki cinta" atau bahasa kasih (love languages).


Kelima tangki emosional tersebut meliputi sentuhan fisik, kata-kata penguatan (pujian), waktu berkualitas, pelayanan, hingga kejutan/hadiah. Untuk anak di bawah lima tahun, seluruh tangki wajib diisi secara seimbang setiap hari. Sementara bagi anak di atas lima tahun, orang tua dituntut jeli mengenali bahasa kasih yang paling dominan. Kekosongan pada tangki-tangki emosi ini, menurut dr. Aisah, menjadi pemicu utama munculnya mekanisme pertahanan diri yang destruktif, mulai dari perilaku agresif, tantrum, hilangnya fokus belajar, hingga kerentanan mencari validasi semu di luar rumah saat menginjak usia remaja.



Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Ustadz Dr. H. Jamaluddin Abdullah, M.Ed., menjelaskan bahwa penyelenggaraan seminar berkala ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang lembaga dalam memperkaya cakrawala pengasuhan para wali santri, "Seminar parenting ini merupakan agenda rutin tahunan kami yang biasanya digelar setiap semester atau dua kali setahun. Ini adalah kali kedua dr. Aisah Dahlan hadir mengisi materi di Pesantren Alam Sayang Ibu. Pada kesempatan lain, kami juga konsisten mengundang pemateri pakar dari luar untuk memperkaya wawasan parenting para wali santri," ujar Jamaluddin Abdullah.


Lebih lanjut, beliau menegaskan esensi perjalanan 12 tahun PAMSI dalam menuntun Nune Dende menjadi generasi pembelajar sepanjang hayat yang berlandaskan tatanan nilai Truth, Honesty, and Sincerity serta prinsip belajar Think, Discover, Create, "Di usia ke-12 tahun, Pesantren Alam Sayang Ibu terus menyemai masa depan dan membangun peradaban menguatkan nilai, menumbuhkan akhlak, serta mendampingi Nune Dende menjadi pembelajar sepanjang hayat yang membawa manfaat bagi semesta," kata dia.


Foto bersama Ustadz Ustadzah Pesantren Alam Sayang Ibu pada Seminar Parenting dalam rangka Milad ke-12 (Foto: PAMSI)

Melalui seminar berkala ini, PAMSI mempertegas perannya bukan sekadar sebagai tempat menuntut ilmu, melainkan sebagai mitra tumbuh kembang keluarga dalam menyemai masa depan dan merawat peradaban dari lingkungan terkecil, rumah kita sendiri.*




*Humas & Media PAMSI


Posting Komentar

0 Komentar