Pergantian komando secara struktural kini resmi terjadi di Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI), menandai dimulainya babak baru organisasi santri. Kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh Nune Hazwan Abqory, kini secara sah beralih kepada Nune Daniel Izza Isthofani. Proses regenerasi ini menunjukkan komitmen pesantren untuk terus mencetak kader-kader pemimpin di kalangan Nune Dende, memberikan mereka tanggung jawab nyata dalam mengelola kehidupan sehari-hari di madrasah. Total ada 58 santri terpilih yang kini siap mengemban jabatan sebagai pengurus ORENSI, dibagi ke dalam beberapa divisi fungsional yang mengatur seluruh aktivitas santri.
![]() |
| Serah terima jabatan ketua ORENSI oleh Nune Hazwan kepada Nune Daniel (Foto: PAMSI) |
Rabu, 25 September 2025, menjadi hari penentuan yang penuh khidmat, ketika para Nune Dende pengurus baru secara resmi dilantik di hadapan seluruh civitas pesantren. Momen ini menjadi pengukuhan bahwa mereka siap menjalankan tugas berat dan bertanggung jawab penuh atas segala keputusan kolektif dalam organisasi. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Ustadz Dr. H. Jamaluddin Abdullah M.Ed, memberikan bobot institusional yang kuat terhadap jabatan yang diemban oleh para santri. Raut wajah para pengurus terlihat serius dan tegang saat mereka secara bersama-sama membaca ikrar, sebuah janji suci untuk berkhidmat kepada sesama santri dan menjunjung tinggi nama baik pesantren.
Ustadz Dr. H. Jamaluddin Abdullah M.Ed, Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, menyampaikan pesan kunci saat melantik kepengurusan baru ORENSI. Beliau menekankan bahwa pengalaman berorganisasi adalah penentu arah hidup para santri. “Pengalaman berorganisasi itu punya pengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang, terutama dalam kebiasaan menghadapi masalah,” tegas beliau. Ia menambahkan, “Bagaimana kalian merespon masalah itulah yang akan membangun kalian dan pada akhirnya mengeluarkan potensi terbaik yang ada dalam diri kalian.”
![]() |
| Bapak Pimpinan, Ustadz Jamaluddin Abdullah melantik pengurus ORENSI (Foto: PAMSI) |
Usai pelantikan yang sakral tersebut, tugas berat yang sesungguhnya langsung menanti di depan mata, menegaskan bahwa jabatan ini memerlukan persiapan mental dan fisik yang matang. Mereka tidak diberi waktu luang untuk beristirahat setelah upacara pelantikan, sebab agenda padat sudah menanti sebagai tantangan pertama dalam kepemimpinan. Keesokan harinya, Jumat-Sabtu, 26-27 September 2025, seluruh pengurus baru ORENSI diwajibkan mengikuti Leadership Training selama dua hari penuh, sebuah program intensif yang dirancang untuk menguji batas kemampuan mereka.
Tempat yang dipilih untuk penggemblengan mental ini bukan di aula yang nyaman dengan pendingin ruangan, melainkan di Ruang Terbuka Hijau Pagutan, Mataram, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang sesungguhnya harus diuji di lapangan. Mereka dibawa keluar dari lingkungan pesantren yang familiar, diuji ketahanan fisik dan kemampuan adaptasi di lokasi yang berbeda dari rutinitas harian mereka. Ini adalah fase krusial sebelum mereka benar-benar mengambil alih kendali dan memimpin seluruh populasi santri di PAMSI, memastikan mereka memiliki sense of crisis yang kuat.
Di tengah suasana terbuka tersebut, para Nune Dende mendapatkan bekal kepemimpinan yang autentik dan langsung dari tangan pertama, sebuah keistimewaan yang jarang didapatkan oleh organisasi santri lain. Mereka dididik langsung oleh Pimpinan PAMSI, Ustadz Dr. H. Jamaluddin Abdullah M.Ed, yang berbagi visi strategis pesantren, serta oleh Direktur Pendidikan, Bunda Dr. Hj. Immy Suci Rohyani, M.Si. Kedua tokoh kunci ini turun langsung ke lapangan, memberikan coaching yang mendalam, menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan nilai pesantren dan kepedulian alam.
Para pengurus baru ini dibagi ke dalam berbagai divisi, mulai dari keamanan, kebersihan, hingga divisi bahasa, dan juga dapur, menjamin bahwa setiap aspek kehidupan santri memiliki penanggung jawab yang jelas. Pembagian divisi yang matang ini memastikan roda organisasi dapat bergerak dengan efektif, membagi beban kerja secara merata di antara 58 pengurus yang ada. Mereka harus belajar mengelola tim, mendelegasikan tugas, dan memastikan bahwa setiap program kerja divisi selaras dengan visi besar pesantren.
![]() |
| Leadership Training untuk seluruh ORENSI di Ruang Terbuka Hijau Pagutan (Foto: PAMSI) |
Salah satu fokus utama dalam Leadership Training adalah bagaimana para pengurus dapat memimpin teman sebaya mereka, yang sering kali menjadi tantangan terbesar dalam organisasi santri. Mereka dilatih untuk menjadi role model, mampu memberikan contoh disiplin dan integritas, serta piawai dalam mengelola konflik yang mungkin timbul di antara sesama santri. Materi yang disampaikan juga fokus pada bagaimana merancang dan menjalankan program kerja ORENSI secara efektif, memastikan setiap kegiatan memberikan dampak positif yang signifikan.
Latihan kepemimpinan di Ruang Terbuka Hijau tersebut adalah fase krusial bagi ORENSI, memastikan kepengurusan baru tidak hanya berganti nama dan wajah, tetapi juga benar-benar siap mengemban tanggung jawab besar yang menanti. Mereka diuji dalam skenario-skenario simulasi yang menantang, memaksa mereka mengambil keputusan cepat di bawah tekanan waktu yang ketat. Penggemblengan mental ini menjadi penentu kualitas kepemimpinan Nune Daniel Izza Isthofani dan seluruh jajaran kabinetnya.
![]() |
| Nune Dende mendapat sejumlah materi kepemimpinan dasar sebagai bekal menjadi ORENSI (Foto: PAMSI) |
Nune Daniel Izza Isthofani, sebagai Ketua ORENSI yang baru, kini memikul harapan besar dari seluruh komunitas pesantren untuk membawa perubahan positif. Tanggung jawabnya mencakup mengkoordinasikan 57 pengurus lainnya, memastikan setiap divisi bekerja harmonis dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Kepemimpinan Nune Daniel akan diukur dari seberapa efektif ia mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang baru saja ia terima dalam pelatihan intensif tersebut.
Pengurus ORENSI yang baru ini harus menunjukkan kesiapan mereka di lapangan sebelum resmi memimpin aktivitas seluruh santri di Pesantren Alam Sayang Ibu, memastikan setiap langkah yang mereka ambil didasarkan pada pertimbangan yang matang. Mereka kini menjadi garda terdepan dalam penegakan disiplin dan percontohan akhlak, sebuah amanah yang jauh lebih berat daripada sekadar memimpin rapat. Seluruh komunitas pesantren menantikan gebrakan dan inovasi yang akan dibawa oleh 58 santri pilihan ini dalam setahun kepengurusan mendatang.
Pelantikan dan pelatihan ini menegaskan bahwa di PAMSI, kepemimpinan bukanlah hadiah, melainkan sebuah amanah yang harus diperjuangkan melalui proses seleksi dan penggemblengan yang ketat. Kepengurusan ORENSI yang baru ini harus menjadi mediator yang adil, jembatan komunikasi antara santri, serta motor penggerak kegiatan yang positif dan mendidik. Para pengurus divisi, dari keamanan hingga kebersihan, kini harus mulai menyusun rencana aksi mereka, menerjemahkan ikrar pelantikan menjadi program kerja yang konkret dan terukur. Semua mata kini tertuju pada Nune Daniel Izza Isthofani dan 57 rekannya, menantikan realisasi dari janji yang mereka ucapkan di hadapan Pimpinan Pesantren dan seluruh santri di hari pelantikan.










0 Komentar