Inilah kesempatan langka bagi sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Barat. Program “Sehari Menjadi Saintis Peradaban” resmi dibuka untuk jenjang TK, SD, dan SMP, berlangsung penuh sepanjang 5 hingga 30 November 2025. Ini bukan hanya sehari di dalam kelas, ini adalah pengalaman yang menuntut eksplorasi langsung di Pesantren Alam Sayang Ibu, Lombok.
![]() |
| Peserta Open House PAMSI menggunakan Teleskop Peradaban untuk melihat matahari (Foto: PAMSI) |
Kegiatan yang ditawarkan jauh melampaui kurikulum meja dan kursi, tujuannya untuk menanamkan semangat ilmiah, petualangan, dan kreativitas. Program ini lebih dari sekedar menjelajah alam, namun juga menawarkan menu pengalaman yang dapat dipilih, disesuaikan dengan minat siswa.
Salah satu pilihan yang paling menarik adalah eksplorasi air. Peserta dapat memilih untuk explore kolam PAMSI dengan Perahu Peradaban, merasakan langsung pengalaman berlayar sederhana di lingkungan pesantren. Kegiatan ini dirangkaikan dengan praktik memberi makan ikan dan memancing, mengajarkan langsung tentang ekosistem air tawar.
Untuk ilmu pengetahuan murni, fasilitas khusus disiapkan. Peserta dapat memilih mengamati langit menggunakan Teleskop Peradaban. Kunjungan ke Kebun Sains dan sesi eksperimen sains terbuka juga ditawarkan, memastikan anak-anak mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bagaimana teori di buku bekerja di alam nyata.
![]() |
| Peserta Open House PAMSI mencoba eksperimen sains Tinta Ajaib di Laboratorium IPA (Foto: PAMSI) |
Tak hanya saintis, program ini juga mengundang seniman. Peserta dapat memilih untuk mengasah keterampilan halus seperti kaligrafi, atau menguji fisik mereka di arena Wall Climbing. Pilihan-pilihan ini memastikan setiap anak, terlepas dari bakat akademis, menemukan arena eksplorasi diri.
Program Eco Color Project dan Pameran Sains dirancang untuk menunjukkan aplikasi ilmu pengetahuan dalam seni dan ekologi. Peserta diajarkan bagaimana warna, bentuk, dan proses ilmiah dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai artistik sekaligus edukatif.
Aspek praktis dan keberlanjutan ditekankan melalui Cooking Class dan praktik membuat ekoenzim. Membuat ekoenzim secara langsung mengajarkan tanggung jawab terhadap limbah rumah tangga, sementara Cooking Class menguji keterampilan dasar yang esensial.
Fasilitas penunjang disiapkan secara lengkap untuk menunjang kegiatan eksplorasi ini. Setiap peserta yang mendaftar akan mendapatkan pemandu yang kompeten, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk setiap workshop, serta perlengkapan dasar.
Pesantren Alam Sayang Ibu menyediakan seluruh venue, dari kolam hingga kebun sebagai laboratorium terbuka. Hal ini memastikan bahwa pengalaman yang didapatkan lebih dari sekadar teori. Peserta diajarkan untuk berinteraksi, mengukur, dan meresapi lingkungan mereka.
Bagi pihak sekolah dan orang tua, program ini menawarkan investasi yang nyata. Ini adalah kesempatan untuk menumbuhkan minat dan bakat anak secara empiris di luar kurikulum sekolah formal mereka.
![]() |
| Peserta Open House PAMSI mencoba Eco Color Project (Foto: PAMSI) |
Setiap anak, terlepas dari jenjang pendidikannya (TK, SD, atau SMP), dapat memilih paket eksplorasi yang paling menarik minatnya. Fleksibilitas ini menjamin bahwa pengalaman yang didapat menjadi sangat personal dan berkesan.
Program “Sehari Menjadi Saintis Peradaban” ini adalah upaya serius untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas buku, tetapi juga berani bereksplorasi, berakal ilmiah, dan tanggap lingkungan. Anak-anak dijamin membawa pulang Pengalaman Berharga yang akan membentuk karakter mereka di masa depan.








0 Komentar