Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Sayang Ibu, Saat Sains Menjelma Petualangan

 Riuh tawa dan binar mata penasaran memenuhi pelataran MI Alam Sayang Ibu, Pejeruk, sepanjang pekan ketiga Juli 2026. Mengusung tema “Langkah Pertama Menjadi Penemu Hebat Melalui Petualangan Sains”, Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah (MPLM) yang berlangsung pada 13 hingga 17 Juli ini menjelma menjadi sebuah laboratorium terbuka yang cair, hangat, dan jauh dari kesan kaku.


Sejak hari pertama, aura petualangan ilmiah sudah terasa kental. Pada Rabu pagi, 15 Juli 2026, para coach dan asatidz menyambut kedatangan siswa baru kelas 1 dengan balutan baju laboratorium putih khas para peneliti. Di sudut area sekolah, Galeri Sains memamerkan deretan alat laboratorium sederhana, disandingkan dengan permainan halang rintang dan games edukatif yang langsung memantik rasa ingin tahu para santri cilik. Suasana haru dan hangat turut mewarnai prosesi serah terima siswa baru antara orang tua dan pihak madrasah di aula utama, menandai dimulainya ikhtiar bersama dalam mengawal tumbuh kembang anak.


Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Ustadz Dr. H. Jamaluddin Abdullah, M.Ed. bersama para pengajar memberikan penyambutan dan arahan dalam prosesi serah terima siswa baru MI Alam Sayang Ibu. (Foto:PAMSI)


Bagi siswa kelas 2 hingga 5, pekan orientasi diawali dengan penguatan mentalitas dan kemandirian. Sebelum terjun ke arena eksperimen, mereka dibekali sesi Release Emosi, ibadah Dhuha dan zikir bersama, hingga kegiatan Cleaning Area. Masing-masing diajak merapikan loker, melipat pakaian, serta menata tempat makan dan tidur mandiri. Tak sekadar mengingat kembali kebiasaan baik, para siswa senior ini juga disiapkan menjadi mentor yang siap mendampingi adik-adik kelas mereka.


Daya tarik utama MPLM kali ini terletak pada stasiun-stasiun eksperimen sains interaktif yang tersebar di lingkungan sekolah. Tanpa sekat dinding kelas yang mengekang, Nune Dende diajak menyelami rahasia alam secara langsung. Mereka memutar botol berisi air untuk menciptakan simulasi tornado, memainkan nada lewat ketukan air, mengamati warna-warni yang menari di atas kertas lilin, hingga membuktikan fenomena telur mengapung dan gas bersembunyi. Melalui percobaan tangan bersih vs tangan kotor, para siswa diajak memahami pentingnya kebersihan dengan pendekatan ilmiah yang konkret.


Nune Dende MI Alam Sayang Ibu saat mencoba eksperimen sains interaktif pada kegiatan MPLM di lingkungan madrasah. (Foto: PAMSI)


Eksplorasi tidak hanya berhenti pada reaksi kimia sederhana. Di Kebun Sains, Nune Dende diajak berkenalan langsung dengan keanekaragaman flora dan fauna. Sementara di Area Literasi dan Numerasi, mereka menyimak dongeng di bawah keteduhan pohon serta mengasah logika lewat permainan matematika yang menyenangkan. Setiap pos dirancang untuk mengasah empat langkah dasar seorang penemu yakni, mengamati, mencoba, mencatat, dan menceritakan kembali hasil temuan mereka.

Nune Dende diajak mengasah keakraban, komunikasi, dan kerja sama tim melalui berbagai aktivitas literasi dan numerasi luar ruangan. (Foto: PAMSI)


Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Dr. H. Jamaluddin Abdullah, M.Ed., menekaskan visi mendasar di balik seluruh rangkaian petualangan ilmiah ini. Beliau menyampaikan, "Sains dan alam adalah laboratorium terbaik untuk mengasah akal dan jiwa. Melalui MPLM ini, kita menanam benih keberanian pada Nune Dende untuk menjadi penemu masa depan yang bertumpu pada ajaran Al-Qur'an dan kemanfaatan bagi sesama."

Seluruh rangkaian petualangan sepekan tersebut akhirnya dipungkasi pada Jumat, 17 Juli 2026. Diberkati kebugaran senam pagi dan kedalaman sesi Imtaq, para siswa duduk melingkar dalam agenda refleksi. Di sinilah pesan utama MPLM ditancapkan, bahwa sains bukan sekadar lembaran teori dalam buku teks, melainkan sarana untuk mengagumi kebesaran Sang Pencipta dan memupuk keberanian menjadi generasi pemikir yang bermanfaat bagi sesama.*



*Humas & Media PAMSI


Posting Komentar

0 Komentar