Studi Tiru KKM MTs Lombok Tengah, Menimba Inspirasi dan Model Pembelajaran di Pesantren Alam Sayang Ibu

 Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kawasan Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI) saat menerima kunjungan studi tiru dari rombongan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Lombok Tengah. Rombongan yang terdiri atas sejumlah kepala madrasah tsanawiyah serta pengawas madrasah dari Lombok Tengah tersebut hadir untuk mendengar, mengamati, dan mempelajari secara langsung model serta program pembelajaran yang diterapkan di MTs Sayang Ibu.

Kepala Madrasah Tsanawiyyah Sayang Ibu menyambut rombongan KKM Lombok Tengah (Foto: PAMSI)


Kedatangan para pendidik dan pengawas tersebut disambut dengan penuh penghormatan oleh jajaran pimpinan dan pengelola pesantren. Tampak hadir menyambut rombongan, yakni Kepala MTs Sayang Ibu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, jajaran asatidz PAMSI yang sehari-hari mengawal proses pendidikan di lingkungan pesantren.

Dalam agenda kunjungan ini, fokus utama para peserta studi tiru adalah melihat dari dekat bagaimana MTs Sayang Ibu mengintegrasikan kurikulum akademis dengan pendidikan berbasis alam, pembentukan karakter, serta pengalaman kontekstual. Para tamu diajak berdiskusi interaktif mengenai penyusunan program pembelajaran, pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis ruang terbuka, hingga metode pendampingan santri yang responsif terhadap tumbuh kembang anak usia remaja.


Sesi pemaparan dan dialog yang berlangsung di area pesantren memberikan gambaran utuh tentang bagaimana konsep Madrasah Alam diimplementasikan secara sistematis. Para kepala madrasah dan pengawas dari Lombok Tengah antusias menggali berbagai praktik baik (best practices) yang telah berjalan di MTs Sayang Ibu, mulai dari perancangan riset lapangan, kegiatan Live In, hingga penanaman adab dan kepemimpinan santri.


Rombongan Kelompok Kerja Madrasah se-Kecamatan Praya Lombok Tengah (Foto: PAMSI)


Melalui kegiatan studi tiru ini, Pesantren Alam Sayang Ibu tidak hanya menjadi ruang belajar bagi para santri, tetapi juga tumbuh sebagai pusat jejaring dan berbagi inspirasi antar lembaga pendidikan madrasah di Nusa Tenggara Barat. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas tata kelola dan inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah tsanawiyah secara lebih luas.


Kunjungan studi tiru ini tak sekadar diisi dengan pemaparan teori di dalam ruangan, melainkan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan mengelilingi kawasan pesantren. Para peserta dari KKM MTs Lombok Tengah diajak menyaksikan secara langsung suasana belajar mengajar yang interaktif, di mana ruang terbuka dan alam sekitar dimanfaatkan sebagai sarana eksplorasi ilmu pengetahuan. Para tamu mengamati bagaimana sains, nilai-nilai keislaman, dan kearifan lokal menyatu dalam dinamika harian para santri.


Foto bersama Pengawas Madrasah dan Kepala Madrasah Tsanawiyyah Sayang Ibu (Foto: PAMSI)  


Ruang dialog yang terbangun selama peninjauan pun berlangsung hangat dan reflektif. Para kepala madrasah dan pengawas saling bertukar pemikiran mengenai tantangan pengelolaan madrasah di era modern, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara capaian akademis, keteguhan akidah, dan pembentukan karakter santri. Kehadiran model pembelajaran di MTs Sayang Ibu memberikan sudut pandang baru bagi rombongan Lombok Tengah tentang bagaimana lingkungan pesantren alam dapat dioptimalkan menjadi laboratorium pendidikan yang hidup dan inklusif.

Agenda kunjungan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus merawat silaturahmi dan pertukaran gagasan demi kemajuan pendidikan madrasah di Nusa Tenggara Barat. Melalui keterbukaan untuk saling berbagi praktik baik ini, Pesantren Alam Sayang Ibu mempertegas perannya sebagai mitra bertumbuh bagi komunitas pendidik, sekaligus membuktikan bahwa inovasi pembelajaran berbasis alam mampu menjadi inspirasi yang menguatkan kualitas pendidikan keislaman di ranah yang lebih luas.*



*Humas & Media PAMSI


Posting Komentar

0 Komentar