Pelantikan ORENSI 2026-202, Teruskan Estafet Kepemimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu

 Pekik merdeka yang mengangkasa di lapangan Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI) pada Senin, 17 Agustus 2026, berlanjut dengan prosesi yang tak kalah khidmat. Tepat usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, seluruh santri dan ustadz-ustadzah berhimpun menyaksikan agenda puncak kepemimpinan santri yakni pelantikan pengurus Organisasi Santri Pesantren Alam Sayang Ibu (ORENSI) periode baru.

Foto bersama Nune Dende pengurus ORENSI periode 2026-2027 (Foto: PAMSI)


Prosesi pelantikan ini merupakan muara dari rangkaian panjang pesta demokrasi di tingkat santri. Sebelum sampai pada momen pengucapan ikrar, Nune Dende telah melintasi dinamika politik pesantren yang sehat dan mendidik. Dimulai dari masa kampanye dialogis, adu gagasan dalam debat terbuka pasangan calon (paslon), hingga pemungutan suara (pemilu) yang jujur dan adil. Tak berhenti di situ, estafet kepemimpinan baru resmi diserahterimakan setelah pengurus demisioner menuntaskan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di hadapan majelis santri.


Berdasarkan hasil pemilu yang menorehkan partisipasi aktif seluruh warga pesantren, pasangan Granada yang terdiri dari Muhammad Gibran Abrisam Akbar sebagai Ketua dan Al Ghina Fellicia sebagai Wakil Ketua, resmi dilantik usai unggul mutlak dengan perolehan 116 suara. Mereka mengungguli paslon Cairo (Adib & Alea) yang meraih 70 suara serta paslon Istanbul (Oby & Quisha) dengan 10 suara.


Membawa visi "Mewujudkan santri Pesantren Alam Sayang Ibu yang beradab, cerdas berekspresi, dan berbudaya bersih", kepengurusan Granada berkomitmen menginternalisasi adab dan ukhuwah islamiyah, menyediakan ruang aspirasi yang merata, serta memperkuat budaya hidup bersih di lingkungan pesantren.


Bapak Pimpinan melantik Nune Dende ORENSI periode 2026-2027 (Foto: PAMSI)


Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Dr. H. Jamaluddin Abdullah, M.Ed., memberikan pesan mendalam saat memberikan amanat pelantikan di hadapan pengurus baru, "Menyampaikan pidato dan memimpin organisasi adalah sarana terbaik untuk melatih diri, mengasah ketajaman otak, serta menempa kerja keras. Seluruh rangkaian kegiatan di pesantren, baik pengolahan nalar maupun latihan fisik adalah bagian tak terpisahkan dari ikhtiar membangun kedisiplinan dan tanggung jawab. Inilah wujud nyata menafkahi tugas utama manusia untuk terus berzikir, berpikir, dan berkarya." 

Semangat membakar niat itu ditegaskan kembali oleh Ketua ORENSI terpilih, Muhammad Gibran Abrisam Akbar, dalam pidato perdananya di hadapan seluruh santri, "Jangan jadikan ORENSI sebagai beban, niatkan ORENSI sebagai ladang pertumbuhan dan sarana pendidikan. Mungkin saat kita merasa lelah, capek, atau keberatan, di situlah letak pendidikannya. Kita semua sebenarnya mengabdi kepada pondok, dan menjadi ORENSI hanyalah salah satu jalannya."


Serah terima jabatan pengurus ORENSI lama kepada yang baru dilantik (Foto: PAMSI)


Dengan pembacaan ikrar dan penandatanganan berita acara pelantikan di bawah naungan angin Pejeruk, kepengurusan ORENSI periode baru resmi mengemban tugas. Di hari kemerdekaan ini, Nune Dende tidak hanya merayakan kebebasan bangsa, tetapi juga merawat tatanan demokrasi dan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai keislaman.*


*Humas & Media PAMSI

Posting Komentar

0 Komentar