Pengabdian dan proses menuntut ilmu di tengah lingkungan pesantren sering kali digambarkan sebagai jalan panjang yang sunyi dan sarat dedikasi. Namun, di balik derap aktivitas yang padat, kesehatan jiwa para pendidik dan santri kerap menjadi ruang yang terlewat untuk disapa. Menyadari pentingnya menjaga ketenangan batin dalam ruang belajar, Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI) merancang agenda khusus bertajuk Coaching & Healing: Merawat Hati, Menjaga Mengabdi.
Digelar berurutan pada pertengahan Agustus 2026, agenda ini dirancang sebagai oasis spiritual dan emosional bagi seluruh warga pesantren. Mengandalkan dua pakar yaitu Coach Nadaa Azkia, S.E., M.M., CHt., CI–IACT (Trainer Motivator & Master Trainer Indonesia) dan Bapak Lalu Agustino, S.E., M.M. (Founder AAI, Dosen, serta Konsultan). PAMSI membuka ruang jeda untuk membedah dinamika stres, kejenuhan (burnout), hingga pengelolaan emosi secara mendalam.
![]() |
| Penyerahan kenang-kenangan kepada Coach Nadaa Azkia dan Bapak Lalu Agustino dari Pesantren Alam Sayang Ibu (Foto: PAMSI) |
Sesi pertama yang dikhususkan bagi para ustadz dan ustadzah berlangsung riung di Gedung Fatimah Lantai 2. Bertajuk "Pesantren Sehat Berawal dari Guru yang Sehat Mental", ruang ini menjelma menjadi tempat berkaca bagi para pendidik. Di sini, para guru diajak membedah akar burnout dalam pengabdian. Menjaga ketenangan jiwa diposisikan sebagai syarat mutlak, sebab hanya dari hati guru yang teduh dan selesai dengan dirinya sendiri, pendidikan yang membahagiakan dapat dialirkan kepada murid-muridnya.
![]() |
| Asatidz Pesantren Alam Sayang Ibu usai Coaching Healing (Foto: PAMSI) |
Selang sehari, giliran para santri yang memadati lantai Masjid Bayt El-Hikam pada Ahad pagi, tepat usai salat Subuh. Dalam suasana yang hening dan syahdu, sesi bertema "Santri Tangguh, Hati Teduh" mengajak Nune Dende mengenali riak emosi dalam diri. Lewat pendekatan yang hangat, santri diajak memahami bahwa menjadi tangguh bukan berarti menekan rasa lelah, melainkan belajar mengelola emosi, bertumbuh dalam keheningan, dan saling menopang antar sesama sahabat.
![]() |
| Nune PAMSI setelah sesi Coaching Healing di Masjid Bayt el-Hikam (Foto: PAMSI) |
Pimpinan Pesantren Alam Sayang Ibu, Dr. H. Jamaluddin Abdullah, M.Ed., menegaskan bahwa penguatan mental dan batin ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ikhtiar mencetak Manusia Khalifah, "Pendidikan yang berdampak tidak lahir dari ketergesaan atau tekanan yang menumpuk, melainkan dari jiwa-jiwa yang tenang dan selesai dengan dirinya. Menjaga kesehatan mental guru dan santri adalah langkah awal kita melahirkan pendidikan yang bernilai peradaban. Kita ingin melahirkan Manusia Khalifah yang tidak hanya tajam akalnya, tetapi juga teduh hatinya dan tangguh dalam menghadapi ujian zaman."
![]() |
| Dende PAMSI setelah sesi Coaching Healing di Masjid Bayt el-Hikam (Foto: PAMSI) |
Agenda coaching dan healing ini dipungkasi dengan komitmen bersama untuk merawat ekosistem belajar yang saling mendukung. Di bawah naungan daun-daun hijau di PAMSI, para asatidz dan Nune Dende kini kembali melangkah, bukan lagi dengan beban yang menumpuk, melainkan dengan dada yang lebih lapang dan tekad yang diperbarui untuk terus mengabdi.*
*Humas & Media PAMSI
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)





0 Komentar