Latihan Dasar Kepemimpinan ORENSI 2026, Menempa Nune Dende sebagai Manusia Khalifah di Bentang Aik Nyet

 Atmosfer di lingkungan Pesantren Alam Sayang Ibu (PAMSI) terasa tak biasa sejak Jumat sore, 18 September 2026. Nada ketegasan, kerapian, dan kesiapsiagaan berpadu saat para santri yang tergabung dalam pengurus Organisasi Santri Pesantren Alam Sayang Ibu (ORENSI) periode 2026/2027 menjalani Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Selama tiga hari penuh hingga Ahad, 20 September 2026, Nune Dende melintasi tatanan penggemblengan fisik, nalar organisasi, hingga kematangan spiritual yang membentang dari Aula PAMSI hingga kawasan riam Aik Nyet, Buwun Sejati.

Bunda Immy Suci Rohyani menyampaikan materi kepemimpinan kepada Nune Dende ORENSI (Foto: PAMSI)


Bagi PAMSI, kepemimpinan bukanlah sebatas gelar atau kecakapan berpidato di balik mimbar. Ia adalah manifestasi adab, ketangkasan bertahan hidup, serta kemampuan melayani sesama secara nyata. Hal ini tercermin sejak hari pertama LDK. Usai pengarahan orientasi dan pemetaan nalar kepemimpinan bersama Bunda Dr. Hj. Immy Suci Rohyani, M.Si., Nune Dende tidak diajak berteori, melainkan langsung diterjunkan ke arena praktik teknis.

Para calon pemimpin cilik ini dilatih mengoperasikan berbagai perlengkapan pendukung kehidupan pesantren. Bagi ORENSI, seorang pemimpin harus selesai dengan urusan teknis dan siap mengulurkan tangan pertama kali ketika pesantren membutuhkan solusi.




Memasuki hari kedua, Sabtu, 19 September 2026, arena penempaan bergeser pada pendalaman basic keorganisasian seperti membedah tata kelola administrasi, perancangan proposal, penyusunan laporan kegiatan, kebendaharaan, hingga desain media komunikasi.

Puncak keteguhan jiwa Nune Dende diuji tatkala malam merambat. Menggunakan armada bemo lokal, para peserta bergerak menuju Kantor Desa Buwun Sejati. Dari sana, dalam keheningan dini hari, mereka menembus rimba menuju kawasan Aik Nyet. Di tengah gulita dan derak pepohonan, para santri melatih ketahanan fisik, hingga kerja sama kelompok. Di sela riam air Aik Nyet pula, muhasabah malam membimbing mereka meresapi hakikat kepemimpinan sebagai amanah ketauhidan.


Menjelang fajar di Camp Area Aik Nyet pada Ahad pagi, Nune Dende mengasah kemampuan public speaking usai senam bersama. Sebelum kepulangan kembali ke pondok, perjumpaan hangat dan gim ketangkasan memungkas seluruh rentetan penggemblengan.


Melalui LDK ORENSI 2026 ini, Pesantren Alam Sayang Ibu kembali meletakkan batu pijak pendidikan yang utuh. Tidak ada garis pemisah antara ketangkasan fisik, keterampilan kriya, kecakapan administrasi, dan kedalaman spiritual. Nune Dende ORENSI pulang membawa keteguhan baru, siap menjadi teladan, siap melayani, dan siap membawa bahtera organisasi pesantren dengan adab penemu peradaban.*




* Humas & Media PAMSI



Posting Komentar

0 Komentar